Belt conveyor adalah conveyor yang komponen pengangkutnya berupa belt atau seperti sabuk.

Belt atau sabuk yang dipakai pada belt conveyor bisa dibuat dari berbagai macam bahan, seperti PVC, kain atau canvass, karet atau rubber, dan bahan composite lainnya.

Beberapa contoh penerapan Belt Conveyor pada industri :

  1. Food industri

2. Loading

Mixer Tank atau Agitator Tank adalah tangki yang berfungsi untuk mencampur atau mengaduk bahan-bahan produk yang dimasukkan ke dalamnya.

Mixer Tank banyak dipakai di industri kimia maupun industry makanan & minuman.

Pallet Lifter adalah alat pengangkat yang bergerak naik turun untuk membawa pallet dari bawah ke atas atau sebaliknya.

Unscrambling Turntable adalah mesin berbentuk meja bulat yang berputar yang berfungsi untuk mengurai produk (umumnya botol) yang masuk ke dalam meja untuk akhirnya keluar dari meja dengan beraturan.

Roller Conveyor adalah conveyor yang terusun dari komponen pengangkut berupa roller.

Roller Conveyor ada 2 macam :

  1. Gravity Roller Conveyor : roller conveyor yang pergerakan transportasi produk yang diangkut dilakukan oleh gaya gravitasi atau tanpa penggerak motor.
  2. Driven Roller Conveyor : roller conveyor dimana rollernya digerakkan oleh motor.

Table Top Chain Conveyor adalah conveyor yang komponen pengangkutnya tersusun dari Table Top Chain.

Table Top Chain adalah komponen penyusun conveyor yang berbentuk chain atau rantai dengan bagian atas yang datar yang kontak dengan produk yang diangkut.

Modular conveyor bekerja seperti belt conveyor pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak di bahan penyusun belt nya. Bahan penyusun beltnya terbuat dari modul-modul yang bisa diganti atau dibongkar pasang dengan mudah. Umumnya modul-modul ini terbuat dari plastic. Sehingga terkadang ada yang menyebutnya dengan Plastic Belt Conveyor.